Kondisi Moral Bangsa Arab

kondisi moral bangsa arab

Kondisi Moral

Kita telah menyebutkan berbagai perlakuan Arab di pembahasan-pembahasan sebelumnya. Di antaranya ada yang suka bermain judi, minum khamr, perzinaan, perampokan, riba dan yang lain-lainnya. Tapi itu bukan berarti bahwa mereka semua sama seperti itu, tidak. Diantara mereka ada yang tidak berzina, tidak memakan harta anak yatim, di melakukan praktik riba dan lain-lain.

Di antara ciri dan sifat-sifat mereka itu adalah:

  • Kecerdasan dan kepandaian

Hati mereka jernih, belum terkontaminasi oleh filsafat, mitos dan legenda yang sulit dihapus, sebagaimana dalam masyarakat India, Romawi dan Persia. Seakan-akan hati mereka telah disiapkan untuk membawa peran terbesar, yaitu dakwah Islam yang abadi. Karena itu, mereka adalah bangsa yang paling kuat hafalannya pada masa itu. Islam telah mengarahkan bakat hafalan dan kecerdasan mereka itu untuk menjaga dan melindungi agama Islam. Kekuatan daya pikir mereka dan bakat bawaan mereka tersimpan dalam diri mereka, belum terpakai untuk filsafat khayalan atau perdebatan orang Bizantium yang sia-sia atau aliran-aliran kalam yang mengikat.

Luasnya pengetahuan bahasa mereka adalah bukti kuatnya hafalan dan ingatan mereka. Sebagai bukti, kata ‘asal (madu) memiliki delapan puluh kata sinonim. Kata ‘tsa’lab (serigala) memiliki dua ratus kata sinonim. Dan dahiyah (cerdas) ada sekitar empat ribu sinonim. Maka tidak diragukan lagi bahwa untuk menampung kosakata ini membutuhkan ingatan yang kuat yang selalu ada dan terkontrol. Kepandaian dan kecerdasan mereka telah sampai pada memhami isyarat, terlebih lagi ungkapan kalimat.

  • Pemilik sifat mulia dan murah hati

Ini adalah sifat yang bersumber dari orang Arab. Ada salah satu dari mereka yang tidak memiliki sesuatu selain seekor kuda atau untanya, kemudian ia kedatangan tamu, lalu ia segera menyembelih kuda atau untanya itu untuk hidangan tamu. Bahkan, sebagian mereka ada yang tidak merasa cukup hanya memberi makan kepada manusia, sehingga mereka ada yang memberi makan pada binatang.

  • Pemilik sifat pemberani, berwibawa dan suka menolong

Orang-orang Arab suka memuji orang yang mati karena dibunuh dan mencela yang mati diatas tempat tidur. Berkata salah seorang dari mereka ketika sampai kepadanya berita terbunuhnya saudaranya, :Jika benar ia telah terbunuh, sungguh telah terbunuh juga ayahnya, saudaranya dan pamannya. Demi Allah, kami tidak mati seperti biasa, tapi karena tusukan ujung tombak dan mati di bawah kilatan pedang.”

Tak ada seorang tuan pun di antara kami yang mati secara wajar

Atau seorang lanjut usia dari kami, di mana ia menjadi korban pembunuhan

Jiwa kami mengalir pada tajamnya mata pedang

Dan tidak mengalir pada selain mata pedang

Orang-orang Arab tidak memberikan apa-apa sebagai bentuk kemuliaan, memelihara kehormatan atau melindungi wanita terhormat. Mereka memandang murah diri mereka sendiri. Antara bin Shaddad(seorang penyair Arab) berkata:

Pagi-pagi kematian menakutiku, seakan-akan aku

Menjadi jauh dari tujuan kematian

Lalu aku menjawabnya, kematian adalah tempat minum

Aku harus memberi minum dengan gelas minum

Jagalah rasa malumu, tak ada ayah bagimu dan ketahuilah

Bahwa aku seorang yang akan mati jika aku belum membunuh.”

Antarah juga berkata:

Janganlah engkau memberi air minum kehidupan dengan kehinaan

Tapi berilah aku minum arak labu dengan kemuliaan

Air kehidupan dengan kehinaan itu seperti Jahannam

Dan Jahannam dengan kemuliaan adalah rumah terbaik.

Secara fitrahnya, orang-orang Arab adalah pemilik sifat keberanian dan keperwiraan. Mereka menolak bahwa yang kuat menindas yang lemah. Dan jika seseorang meminta bantuan, mereka akan membantunya. Menurut mereka adalah satu kehinaan membiarkan orang yang meminta perlindungan kepada mereka.

  • Cinta kebebasan dan benci terhadap pemaksaan dan penghinaan

Secara fitahnya, orang Arab itu mencintai kebebasan. Mereka hidup untuk kebasan dan mati demi memperoleh kebebasan. Mereka telah tumbuh merdeka/bebas, tidak ada seorang pun yang berhak mengatur orang lain dan mereka menolak untuk hidup dengan kehinaan atau disentuh kehormatannya meskupun hal itu membebankan hidupnya. Mereka tidak menyukai kehinaan dan menolak pemaksaan, serta pandangan rendah dan hina.

  • Menepati janji, suka berterus terang, bicara jelas dan jujur

Mereka tidak suka berdusata dan menganggapnya sebagai aib. Mereka adalah orang-orang yang suka menepati janji. Karena itu syahadat/persaksian dengan lisan cukup untuk syarat masuk ke dalam agama islam.

Sedangkan sifat menepati janji adalah sifat asli orang Arab. Lalu datanglah Islam dan mengarahkannya pada arah yang benar, serta keras terhadap orang yang melindungi pelaku kejahatan, apapun status dan keluarganya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orangyang melindung pelaku kejahatan.

  • Sabar menghadapi kesulitan, kuat menanggung beban dan ridho dengan yang sedikit

Orang-orang Arab memliki kemampuan yang liar biasa dalam menahan derita dan sabar dalam kesulitan. Mungkin mereka memperoleh itu semua dari kondisi negeri mereka yang berupa padang pasir tandus, sedikit tanaman dan air.

  • Kekuatan tubuh dan kebesaran jiwa

Mereka terkenal dengan tubuh yang kuat, selainkebesaran jiwa dan kuatnya semangat mereka. Apabila berkumpul kepahlawanan jiwa dengan kepahlawanan fisik, terbentuklah keajaiban-keajaiban. Dan itulah yang terjadi setelah mereka masuk Islam. Sebagaimana mereka juga turun menghadapi rekan-rekan dan lawan-lawan mereka. Bahkan, jika mereka telah menguasainya, mereka mengampuni dan melepaskannya. Mereka enggan membunuh orang yang terluka. Mereka biasa memlihara hak-hak tetangga, terlbeih lagi memlihara wanita dan menjaga kehormatannya.

Keutamaan-keutamaan dan akhlak-akhlak mulia ini adalah aset berharga di hati orang Arab. Kemudian Islam datang, menumbuhkan dan menguatkannya, serta mengarahkannya ke arah yang baik dan benar. Maka tidak herjan jika mereka berangkat dari padang pasir sebagaimana malaikat-malaikat suci berangkat. Mereka menguasai bumi dan memenuhinya dengan kemuliaan setelah dipenuhi dengan ketidak adilan serta diratakan oleh kehinaan dan mengisinya dengan kebaikan setelah dipenuhi oleh kejahatan.

Ini adalah akhlak sebagian dari akhlak masyarakat yang tumbuh di dalamnya manusia Arab yang mana itu adalah masyarakat terbaik/ paling utama. Karena ini Nabi shallallahu alaihi wa sallam dipilih. Dan dipilihkan baginya masyarakat Arab ini. Lingkungan yang langak ini dan yang tinggi ini, dibandingkan dengan Persia, Romawi, India dan Yunani. Tidak dipilih dari oarng Persia atas dasar kapasitas ilmu dan pengetahuan mereka atau dari orang India atas dasar kedalaman filsafat mereka atau orang Romawi atas dasar kesenian mereka ataupun dari orang Yunani atas dasar kejeniusan ilmu Syair/Puisi dan imajinasi mereka. Akan tetapi dipilih dari lingkungan yang masih asli, karena kaum-kaum tersebut meskupun ilmu da pengetahuan mereka demikian adanya, tetapi mereka tidak mencapai apa yang telah dicapai oleh orang Arab. Yaitu berupa kemurnian atau kesucian fitrah/naluri, kebebasan hati nurani dan semangat yang besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*