Kondisi Politik Bangsa Arab sebelum islam datang

Kondisi Agama, Politik, Ekonomi, Sosial dan Moral Bangsa Arab

Kondisi Politik Bangsa Arab

Penduduk Jazirah Arab terbagi menjadi Arab Badui dan pemukim. Peraturan yang berlaku di antara mereka saat itu adalah peraturan suku. Suku Arab adalah kelompok/gabungan dari orang banyak yang diikat oleh kesatuan darah(nasab) dan kesatuan kelompok. Dalam ikatan hubungan ini berkembanglah hukum ada yang mengatur hubungan antara individu dengan kelompok, atas dasar solidaritas antara mereka dalam hak dan kewajiban. Hukum adat ini menjadi pedoman suku dalam peraturan politik dan sosial.

Adapun pemimpin suku yang dicalonkan untuk kepemimpinan dipilih dari kedudukan dalam sukunya, perilaku dan karakteristiknya. Seorang kepala suku memiliki hak-hak moral dan material.

Hak moral yang paling penting adalah dimuliakan, dihormati, ditaati perintahnya serta peratiran dan keputusannya disetujui.


Hak material ialah Hak untuk mendapat kan ¼ dari harta ghanimah (harta rampasan perang) untuk dirinya sendiri sebelum ghanimah dibagi.

Peraturan suku di dalamnya berlaku kebebasan. Orang Arab telah tumbuh dalam suasana dan lingkungan yang bebas. Karena itu, kebebasan merupakan karakteristik yang lebih spesifik dari orang Arab dan mereka menyukainya. Mereka menolak ketidakpuasan dan penghinaan. Dan setiap individu dalam satu suku berjuang untuk sukunya, serta memperkuat kebanggaannya dan hari-hari besarnya. Mereka senantiasa berjuang untuk menolong masing-masing anggota sukunya, tanpa peduli dia benar atau salah. Prinsip mereka adalah

Tolonglah saudaramu yang zalim atau yang dizalimi”.

Dan individu di dalam suku adalah pengikut bagi kelompok. Rasa bangga mereka terhadap pendapat kelompok itu telah berlebihan hingga kadang kepribadiannya melebur dalam kepribadian kelompoknya.

Setiap suku dari suku-suku Arab memiliki karakter politiknya masing-masing. Dengan karakter itu terjalin persekutuan dengan suku-suku lain. Dan dengan karakter itu juga, perang diarahkan kepadanya. Mungkin persekutuan paling terkenal yang terjalin antara suku-suku Arab adalah persukutuan Al-Fudhul (persekutuan orang-orang penyemangat).

Peperangan antara suku sangat sering terjadi di bangsa Arab, terkadang penyebabnya adalah masalah pribadi, kadang tuntunan kebutuhan hidup. Sebab salah satu mata pencarian mereka terdapat di pedang mereka.

 

Baca juga Kondisi Agama Bangsa Arab

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*