Asal Usul Bangsa Arab dan Peradabannya

(Bagian 3/5)

Asal Usul Bangsa Arab dan Peradabannya

A. Asal Usul Bangsa Arab

Para Sejarawan membagi penduduk bangsa Arab menjadi 3 kelompok berdasarkan silsilah yaitu:

I. Arab Ba’idah

Yang termasuk dengan golongan ini adalah suku ‘Ad, Tsamud, Amaliqah, Hadramaut dan yang terambung dengan mereka. Mereka memiliki kerajaan-kerajaan yang membantang hingga ke Mesir dan Syam.

II. Arab Aribah

Mereka adalah keturunan dari Ya’rub bin Yasyjub bin Qathan. Kerajaan-kerajaan mereka berada di Yaman, Ma’in, Saba’ dan Himyar.

III. Arab Adnaniyah

Mereka adalah keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihissalam. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam lahir dari keturunan Bani Mudhar. Kulaib bin Wa’il mengisahkan bahwa pengasuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam Zainab binti Abu Salamah, telah menceritakan kepadaku. Aku bertanya padanya (Zainab), “Menurutmu apakah Nabi dari keturunan Bani Mudhar ?” Dia menjawab Dari siapa lagi klo bukan dari Mudhar ? Beliau dari Bani Nadhir bin Kinanah.” HR Bukhari.

Suku Quraisy terbagi menjadi beberapa suku, kami akan menyebutkan suku termasyhur di antaranya suku Jumah, Sahm, ‘Adiy, Makhzum, Taim, Zuhrah dan keturunannya Qushay bin Kilab. Qushay bin kilab memiliki anak bernama Abdu Manaf dan darinya lahirlah Bani Hasyim. Dan Allah memilih Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dari bani Hasyim.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ اللهَ اصطفَى كِنانةَ من ولدِ إسماعيلَ . واصطفَى قريشًا من كنانةَ . واصطفَى من قريشٍ بني هاشمَ . واصطفاني من بني هاشمَ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, dan Memilih suku Quraisy dari Kinanah, dan Bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim.”



B. Peradaban Jazirah Arab

Para Ahli Sejarawan mengatakan bahwa Negeri Arab telah memiliki banyak peradaban, akan tetapi kami disini akan membahas peradaban yang tersohor kala itu.

a. Peradaban Kaum Saba’ di Yaman.

Allah telah memberikan banyak keutamaan pada kaum Saba’ diantaranya kebun yang luas di kanan kiri. Itu tercatat dalam firman-Nya surat Saba[34] : 15-17:

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb yang Maha Pengampun.’ Namun mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba’ [34]: 15-17).

b. Peradaban Kaum Tsamud di Hijaz

Allah memberikan keutamaan pada kaum Tsamud yang mana tidak diberikannya pada kaum-kaum setelahnya diantara keutamaannya : mengukit batu di pegunungan untuk dijadikan tempat berteduh atau tempat tinggal sebagaimana yang telah termaktub di dalam Al-Quran Allah berfirman:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ ١٤١ إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٤٢

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٤٣ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٤٤ وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ ١٤٥ أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ ١٤٦

فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ١٤٧ وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ ١٤٨ وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ ١٤٩ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٥٠

Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Shalih berkata kepada mereka , ‘Mengapa kamu tidak bertakwa ? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu. Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini ( di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang buahnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,’”(QS. Asy-Syu’ara[26]: 141-150).

Dan Allah juga berfirman mengisahkan tentang mereka dalam ayat lain:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah olehmu pada waktu Allah menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS. Al-A’raf[7]: 74).

(Bagian 1/5)

(Bagian 2/5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*